You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260401 191939
photo Istimewa - Beritajakarta.id

UMKM Jakarta Didorong Tembus Pasar Global Lewat Forum RI-Tiongkok

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta berpartisipasi dalam Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026 dan The 14th China Food Trade Fair 2026 yang digelar di Wuhan, Tiongkok, Senin (30/3).

"Ini menjadi langkah konkret,"

Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan pemilik merek dari Indonesia dan Tiongkok untuk mendorong kerja sama konkret, khususnya di sektor pangan.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, keikutsertaan ini menjadi momentum untuk membuka peluang investasi industri pengolahan pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas pasar ekspor.

Omzet Bazar UMKM di Jakarta Timur Tembus Rp 148 Juta

“Ini menjadi langkah konkret untuk membuka akses pasar global bagi usaha binaan kami di Jakarta. Kami ingin mereka tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Elisabeth, Rabu (1/4).

Ia menilai, potensi pasar Tiongkok sangat besar, terutama untuk produk makanan olahan dan hasil perikanan. Namun, kesiapan dari sisi kualitas, standar, dan kapasitas produksi menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing.

Lebih lanjut, Dinas PPKUKM terus melakukan pendampingan, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, hingga penguatan kemasan dan branding agar sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Selain membuka peluang ekspor, forum ini juga mendorong pelaku usaha masuk ke rantai pasok industri yang lebih luas.

“Dengan begitu, usaha binaan tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri global yang berkelanjutan,” jelasnya.

Forum tersebut dipimpin Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Keduanya menekankan pentingnya memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Indonesia juga menghadirkan Paviliun Indonesia yang diikuti 17 exhibitor dengan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil perikanan hingga makanan olahan bernilai tambah.

Elisabeth menambahkan, forum ini memberikan sejumlah manfaat nyata bagi UMKM Indonesia, seperti terbukanya peluang kontrak dagang dan akses distribusi di pasar Tiongkok, masuknya investasi untuk memperkuat industri pengolahan dalam negeri, hingga transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra global.

“Transfer teknologi akan membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, serta mendongkrak daya saing produk Indonesia di tingkat global,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Hadiri Halal Bihalal Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB

    access_time19-04-2026 remove_red_eye4587 personNurito
  2. Hasil Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Capai 6,98 Ton

    access_time20-04-2026 remove_red_eye1390 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. 150 Pelaku Usaha Industri Pariwisata di Jakpus Ikut Bimtek Pengelolaan Limbah

    access_time23-04-2026 remove_red_eye1057 personFolmer
  4. Transjakarta Raih Penghargaan WOW Brand 2026

    access_time20-04-2026 remove_red_eye1024 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pansus Perparkiran Bahas Optimalisasi Pendapatan Sektor Parkir

    access_time21-04-2026 remove_red_eye970 personFakhrizal Fakhri